Bekerja di ketinggian dengan menggunakan tali sebagai akses kerja memang bukanlah hal yang biasa dan tidak mudah bagiku, namun dalam pekerjaanku inilah aku mulai banyak belajar "mencoba untuk berfikir positif tentang segala hal yang saya lihat dari ketinggian tempatku bekerja" hanya itulah langkah awal yang membuatku tetap mencoba sebelum menyelesaikan tanggung jawab dari pekerjaanku ini, meski terkadang fikiran fikiran negatif dan rasa takut sesekali terbayang ketika aku sedang bergelatungan pada akses tali tempatku bekerja itu tetapi menurutku di sinilah tempatku belajar tentang rasa takut dan keberanian yang sebenarnya tanpa lawan dan tanpa persaingan, yang ada hanya satu tujuan untuk satu tanggung jawab.
Terkadang dalam setiap lingkungan tempatku bekerja banyak dari mereka yang melihat dan menanyaiku dengan pertanyaan yang hampir sama :
x : apa yang kau lakukan di situ?
saya : iya pak/bu , saya sedang bekerja membersihkan gedung ini "kataku pada mereka"
x : "tercengang" haaaaa..! hanya dengan tali apa itu aman?, apa kamu tidak takut?
saya : "sedikit santai ku jawab" tidak pak/bu, dengan alat yang saya gunakan ini saya merasa aman kok pak/bu.
x : "si bapak/ibu sedikit memujiku" Hebat, hanya dengan tali kau bergelatungan membersihkan setiap sisi gedung ini.
saya : "sedikit tersenyum malu" iya pak, inilah pekerjaanku.
x : kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu nak, tetap berhati hati nak
saya : "tersenyum", iya pak/bu kalau begitu saya bekerja dulu.
yah seperti itulah sekian dari banyak pertanyaan pertanyaan yang sama & sempat saya jawab, jika hanya melihat dengan sekilas, memang banyak dari mereka yang menganggap pekerjaan ini kurang aman tetapi dengan latihan & ilmu yang di ajarkan kepada saya, saya merasa apa yang saya kerjakan ini lebih dari aman. memang semua yang saya lakukan terkadang menakutkan, bukan untuk diri saya sendiri tetapi mereka yang melihat saya pun sering berkata yang sama, bahkan tak jarang dari mereka yang melihatku sentak bertanya tentang kematian, tapi "bukankah kematian itu bisa datang kapan saja dan bisa menimpa siapa saja" jadi menurutku berbicara kematian tidaklah harus identik dengan satu hal yang berbahaya, karena berbicara tentang kematian menurutku itu adalah takdir dari Tuhan pemilik segala apa yang ada di langit dan di bumi.
"Belajar dari rasa takut, memahami di mana dan kepada siapa sebenarnya kita harus merasa takut?"
"Rasa takutku adalah semangatku, ku yakini bahwa setiap gerakku adalah kuasaMu"
Rakyat Jelata : Muhammad Akbar Heriyandi

