Puang Boss, seperti itulah saya memberi nama pada akun twitter tersebut, saya memberi nama seperti itu sebenarnya hanya dari imaginasi saya sendiri ketika melihat wajah wajah kusam kami yang udik dengan penampilan yang urakan, berambut panjang, sulit menerima aturan, & sesekali menentang. Sedangkan nama "bukan_tarzan" saya pilih karena saya sadar, saya tak bisa hidup seperti cerita Tarzan yang bisa bertahan hidup di tengah hutan tanpa bergantung pada orang lain, karena bagaimana pun juga saya ini mahluk social seperti kalian.
Terinspirasi dari mereka yang besar karena kicaun kicaunnya lewat sebuah akun twitter, saya sang jelata ini kemudian mencoba melakukan hal yang sama seprti apa yang di lakukan oleh para sang pengawal inspirasi tersebut, meskipun sang jelata ini selalu di pandang sebelah mata tetapi saya rasa itu bukan halangan untukku menuliskan pendapatku sendiri "bukankah setiap orang memiliki sisi benarnya masing masing", jadi apa yang menurutku benar akan selalu ku tuliskan dalam wadah 140 karakter tersebut, entah itu dari apa yang saya lihat, saya rasakan,dan bahkan saya khayalkan, bahkan terkadang saya menuliskan doa & harapanku dalam wadah tersebut.Bagiku selama yang ku fikir itu kebaikan, selama yang ku tuliskan itu tak mengusik orang, saya rasa itu tak ada salahnya, yang terpenting bagai mana saya mempertanggung jawabkan setiap pendapatku itu, jika pujian yang ku dapatkan maka itu tak akan membuatku tinggi, jika keritikan yang ku terima maka akan ku cerna dan ku pelajari, jika cacian yang mereka berika mungkin akan ku jadikan itu sebagai motivasi.
Ada banyak perbedaan di atas tanah yang bineka ini, rakyat jelata seperti kami boleh mereka pandang sebelah mata, tapi akan selalu ada cara untuk kami membuktikan bahwa kami tak pantas untuk mereka remehkan.
(Rakyat Jelata)

0 komentar:
Posting Komentar